Senin, 07 Desember 2015

Nalar

Dia membiarkan kekasihnya memakinya, disimpan dalam sekam
ah, cinta memang buta

Terseok ia mengikuti kekasih yang tak dipahaminya
ah, cinta memang buta

Dia menyesali kekasihnya yang tak disisi
apakah dia belum sadar juga bahwa lelaki semua sama

Dipeluknya erat kekasih yang sesama jenis itu
padahal dia tahu itu tak akan abadi

ah, cinta memang buta

Cinta kah yang buta? sehingga kita tak bernalar?
Ataukah kita yang tak pernah merasa puas?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar