Sewaktu saya menonton Film Titanic dan melihat betapa Rose
DeWitt merasa sangat terkekang oleh adab yang mengharuskan wanita sopan,
cantik dan menurut pada kemauan keluarga atau ibunya dalam kasus dia
saat itu, lantas saya teringat kisah Siti Nurbaya. Gadis Minang yang
terpaksa menuruti pinangan tuan tanah untuk membayar utang ayahnya, tak
jauh berbeda dengan Rose DeWitt, keluarga bangsawan yang ditinggal mati
ayahnya yang bangkrut dan ibunya yang takut miskin memaksa Rose DeWitt
menuruti pinangan seorang saudagar kaya yang tak ia cintai.
Seperti juga tidak terimanya Rose DeWitt ketika di kapal
Titanic saat jamuan makan malam dia melihat anak perempuan kecil yang
dimarahi ibunya karena tidak tabel manner, saya pun demikian, berpikir
betapa menyiksanya saat saya masih kecil menghadiri acara keluarga yang
mengharuskan saya duduk bersimpuh manis, mengambil makanan paling dekat
bukan yang letaknya jauh padahal makanan itu yang saya sukai, bicara
dengan baik sopan dan tak berlebihan dalam bersikap, tak melakukan
apapun selain mengikuti acara sampai selesai, yup sampai selesai.
Meskipun makanan saya sudah habis saya tetap harus menunggu semua orang
sepanjang rumah gadang itu selesai makan, itu membosankan dan menyiksa
kaki yang sudah keram, juga menyesakkan dada yang ingin segera bebas
melakukan hal sesuka hati, pikir saya saat itu.
Jika melihat dua hal itu saya berpikir lantas kenapa kita
menyebut orang-orang di barat itu tak berbudaya, mengapa kita menyebut
setiap gempuran terhadap adab dan budaya kita, budaya timur, kita sebut
serangan western/barat. Bukankah mereka dulu pada dasarnya berbudaya dan
beradab, dan juga seperti halnya timur/ketimuran, dulupun barat
memandang rendah terhadap perempuan.
Apa yang membedakan timur dan barat? Bedanya hanya satu
hal, barat terbuka terhadap hal yang datang, ketika revolusi industri
meletus banyak hal yang membuat orang-orang di barat membuka mata,
membuka pikiran, dan membuka diri terhadap perkembangan yang ada. Tidak
dengan orang timur yang lebih memilih menutup diri. Sehingga sekarang
mereka pun lebih bebas, terbuka dan perempuan tidak diremehkan lagi
seperti dulu.
Hal lain yang membedakan timur dengan barat adalah bahwa orang-orang barat adalah orang-orang survive. Kenapa mereka survive? Karena mereka adalah pendatang dan untuk bisa sampai ke benua Amerika itu penuh perjuangan, ada yang bilang pula mereka adalah para penjahat yang dibuang di benua Amerika, what ever lah ya, tapi perlu kita catat, orang yang pergi meninggalkan kampung halamannya lalu sampai di daerah baru tentulah mereka lebih survive dibanding orang yang hanya berdiam di kampungnya.
Dari situ kita bisa melihat bahwa adab bukan hanya milik
bangsa timur tapi juga milik bangsa barat, dan jika saat ini mereka tak
memandang penting adab itu dikarenakan mereka lebih terbuka, bukan tak
beradab.
Saya bukannya menyayangkan mengapa kita masih memegang
kukuh adab dan adat, yang saya sayangkan adalah kenapa kita tak ambil
yang baik dengan tetap beradab tapi terbuka terhadap apa yang datang,
sebuah kemajuan, baik itu dari timur sendiri, dari barat, eropa ataupun
dari timur tengah.