Rabu, 29 April 2015

Beradab

Sewaktu saya menonton Film Titanic dan melihat betapa Rose DeWitt merasa sangat terkekang oleh adab yang mengharuskan wanita sopan, cantik dan menurut pada kemauan keluarga atau ibunya dalam kasus dia saat itu, lantas saya teringat kisah Siti Nurbaya. Gadis Minang yang terpaksa menuruti pinangan tuan tanah untuk membayar utang ayahnya, tak jauh berbeda dengan Rose DeWitt, keluarga bangsawan yang ditinggal mati ayahnya yang bangkrut dan ibunya yang takut miskin memaksa Rose DeWitt menuruti pinangan seorang saudagar kaya yang tak ia cintai.
Seperti juga tidak terimanya Rose DeWitt ketika di kapal Titanic saat jamuan makan malam dia melihat anak perempuan kecil yang dimarahi ibunya karena tidak tabel manner, saya pun demikian, berpikir betapa menyiksanya saat saya masih kecil menghadiri acara keluarga yang mengharuskan saya duduk bersimpuh manis, mengambil makanan paling dekat bukan yang letaknya jauh padahal makanan itu yang saya sukai, bicara dengan baik sopan dan tak berlebihan dalam bersikap, tak melakukan apapun selain mengikuti acara sampai selesai, yup sampai selesai. Meskipun makanan saya sudah habis saya tetap harus menunggu semua orang sepanjang rumah gadang itu selesai makan, itu membosankan dan menyiksa kaki yang sudah keram, juga menyesakkan dada yang ingin segera bebas melakukan hal sesuka hati, pikir saya saat itu.

Jika melihat dua hal itu saya berpikir lantas kenapa kita menyebut orang-orang di barat itu tak berbudaya, mengapa kita menyebut setiap gempuran terhadap adab dan budaya kita, budaya timur, kita sebut serangan western/barat. Bukankah mereka dulu pada dasarnya berbudaya dan beradab, dan juga seperti halnya timur/ketimuran, dulupun barat memandang rendah terhadap perempuan.
Apa yang membedakan timur dan barat? Bedanya hanya satu hal, barat terbuka terhadap hal yang datang, ketika revolusi industri meletus banyak hal yang membuat orang-orang di barat membuka mata, membuka pikiran, dan membuka diri terhadap perkembangan yang ada. Tidak dengan orang timur yang lebih memilih menutup diri. Sehingga sekarang mereka pun lebih bebas, terbuka dan perempuan tidak diremehkan lagi seperti dulu.

Hal lain yang membedakan timur dengan barat adalah bahwa orang-orang barat  adalah orang-orang survive. Kenapa mereka survive? Karena mereka adalah pendatang dan untuk bisa sampai ke benua Amerika itu penuh perjuangan, ada yang bilang pula mereka adalah para penjahat yang dibuang di benua Amerika, what ever lah ya, tapi perlu kita catat, orang yang pergi meninggalkan kampung halamannya lalu sampai di daerah baru tentulah mereka lebih survive dibanding orang yang hanya berdiam di kampungnya.

Dari situ kita bisa melihat bahwa adab bukan hanya milik bangsa timur tapi juga milik bangsa barat, dan jika saat ini mereka tak memandang penting adab itu dikarenakan mereka lebih terbuka, bukan tak beradab.

Saya bukannya menyayangkan mengapa kita masih memegang kukuh adab dan adat, yang saya sayangkan adalah kenapa kita tak ambil yang baik dengan tetap beradab tapi terbuka terhadap apa yang datang, sebuah kemajuan, baik itu dari timur sendiri, dari barat, eropa ataupun dari timur tengah.